+ -

Halaman

Sabtu, 27 September 2014

#GarudaMuda U-23 Incheon Match 4 and U-19 Spain Tour Friendly Match 4

 #GarudaMuda
Skuad U-23
Perjuangan timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2014 harus terhenti di babak 16 besar. Itu setelah, mereka ditaklukkan Korea Utara U-23 dengan skor telak 4-1 di Stadion Ansan Wa, Jumat (26/9). Dengan hasil ini, Korut U-23 bakal menghadapi Uni Emirat Arab di babak perempat-final, 28 September nanti.
Babak pertama
Korut U-23 langsung tampil menekan sejak menit awal pertandingan. Namun masih bisa diredam para pemain Indonesia U-23. Peluang emas didapatkan Korut U-23 pada menit ke-16 melalui tendangan So Kyongjin dari dalam kotak penalti. Tapi, bola masih bisa ditepis kiper Indonesia U-23, Andritany Ardhiyasa.
Tekanan tak berhenti sampai di situ. Korut U-23 kembali menekan lewat sisi sayap dengan mengandalkan umpan-umpan silang ke depang gawang Indonesia U-23. Para penggawa Indonesia U-23 pun terlihat kesulitan untuk keluar dari tekanan skuat asuhan Yun Jongsu itu.
Hingga akhirnya, Pak Kwangryong berhasil memecah kebuntuan tim berjulukan Chollima itu pada menit ke-18, lewat sundulannya. Gol tersebut semakin membuat para penggawa Korut U-23 bersemangat. Bahkan, Pak Kwangryong kembali memberikan ancaman lewat sepakan kerasnya, tapi kali ini bisa diblok Andritany.
Indonesia U-23 hanya bisa sesekali melakukan serangan ke lini pertahanan Korut U-23, namun cukup banyak kesalahan mendasar yang dilakukan skuat asuhan Aji Santoso itu. Sehingga bola selalu bisa direbut dengan mudah oleh Jang Songhyok dan kawan-kawan.
Korut U-23 akhirnya berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0, pada menit ke-39 lewat sundulan pemain pengganti jo Kwang pada menit ke-39. Satu menit berselang, giliran Jong Ingwan yang mencetak gol ketiga bagi Korut U-23.
Korut U-23 semakin mendominasi jalannya pertandingan. Namun, hingga babak pertama usai, skor tetap 3-0.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Korut U-23 kembali mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Tapi, masih belum berbuah tambahan gol. Indonesia U-23 sendiri mencoba lebih sabar dengan memainkan bola-bola pendek.
Tapi, lagi-lagi selalu menemui kebuntuan ketika akan memasuki wilayah kotak penalti. Beberapa kali akselerasi yang dilakukan Bayu Gatra maupun Ramdani Lestaluhu selalu bisa dipatahkan lini belakang Korut U-23.
Fandi Eko Utomo akhirnya bisa membawa Indonesia U-23 memperkecil kedudukan menjadi 3-1, lewat sundulannya yang memanfaatkan bola muntah hasil sepakan keras jarak jauh Achmad Jufriyanto pada menit ke-60. 
Sontak, gol tersebut menambah semangat para penggawa Indonesia U-23. Namun begitu, Korut U-23 juga tak tinggal diam. Mereka juga mencoba kembali melakukan serangan ke lini pertahanan tim Garuda Muda. Pertandingan pun semakin berjalan menarik.
Hingga Korut U-23 kembali menambah keunggulan menjadi 4-1, setelah Jong Ingwan kembali mencetak gol dengan memanfaatkan sekelumit di depan gawang Indonesia U-23 pada menit ke-67.
  
Pertandingan pun semakin dikuasai Korut U-23. Bahkan, di menit-menit akhir babak kedua mereka sempat mendapatkan beberapa peluang emas. Tapi, gagal menambah keunggulan. Hingga laga usai, skor tetap 4-1 untuk Korut U-23.

Skuad U-19
Indonesia U-19 kembali menerima pembelajaran berharga dari Real Madrid C. Gawang Indonesia yang dikawal Diki Indriyana harus kemasukkan lima gol yang dua diantaranya lahir dari titik putih.
Dalam partai yang digelar Estadio Alfredo Di Stefano, Kamis (25/9) malam WIB, pelatih Indra Sjafri tidak menurunkan kapten Evan Dimas sejak awal. Yabes Roni Malaifani, Irfandi Zein dan Rudolof Yanto Basna tampil sejak awal, setelah di tiga laga sebelumnya tidak dimainkan.
Babak Pertama
Real Madrid C langsung bermain dengan intensitas serangan yang tinggi sejak peluit pertandingan dibunyikan. Sisi sayap jadi andalan Madrid untuk menggempur Indonesia U-19. Pertahanan Indonesia sendiri cukup solid meski memainkan muka-muka yang biasanya menjadi pemain pengganti.
Lini tengah Indonesia yang dihuni Ichsan Kurniawan, Hendra Sandi dan Irfandi Zein coba memainkan bola dengan sabar, menunggu pemain Madrid terpancing. Sayangnya, usaha mereka kerap gagal karena koordinasi permainan dari tuan rumah begitu rapih.
Menit ke-20 Diki Indriyana mendapat ujian lewat tendangan keras luar kotak penalti dari Miki, Diki pun sigap menahan tendangan tersebut meski gagal ditangkap dengan sempurna. Rudolof Basna yang jadi komandan di lini belakang pun sama baiknya melakukan sapuan pada bola rebound.
Kesolidan Indonesia dalam bertahan akhirnya takluk juga di menit 42', Rudolof Basna terpaksa menjatuhkan Carbballo di kotak terlarang setelah dirinya kalah cepat menutup ruang. Dari titik 12 pas, Juanjo Narvaez pun menaklukkan Diki. 1-0 untuk Madrid.
Tak butuh waktu lama, tepatnya dua menit setelah gol pertama, Madrid menggandakan keunggulan lewat skema yang sangat cantik. Umpan satu-dua antara Javi Munoz dan Carballo melahirkan gol indah yang diselesaikan oleh Munoz. Gol tersebut pun jadi gol terakhir di babak pertama.
Babak Kedua
Indonesia mencoba lebih agresif demi mengejar defisit gol, namun lini belakang Madrid disiplin sehingga Indonesia hanya bisa melakukan tendangan spekulatif. Madrid sendiri tidak nampak menurunkan intensitas serangan mereka.
Madrid pun mencetak gol ketiga mereka menit ke-54, lagi-lagi kombinasi apik di lini tengah yang melahirkan umpan untuk Alvaro yang pintar menusuk ke dalam kotak penalti. Diki pun keok untuk kali ketiga, dan pertahanan Indonesia kembali tak siap menghadapi kombinasi cepat permainan lawan.
Indra pun mengggantikan beberapa pemain untuk menghidupkan permainan. Nama-nama yang biasa mengisi starting XI seperti Evan Dimas dan Maldini Pali. Muchlis Hadi yang kurang mendapat peluang pun ditarik untuk digantikan Dimas Drajat.
Masuknya beberapa pemain tersebut cukup membuat permainan Indonesia menjadi lebih hidup. Septian David di sisi kiri dan Maldini di sisi kanan cukup mampu merepotkan pertahanan dari tim tuan rumah. Kendati begitu, umpan silang yang dikirim David atau Maldini masih mudah dipotong pemain lawan.
Mistar gawang Diki Indriyana bergetar di menit ke-75, tendangan bebas dari Enzo nyaris membawa Madrid menjauh. Bola pun sempat liar dan siap disambar oleh Alvaro, namun beruntung bola ke luar dan menghasilkan tendangan gawang bagi Indonesia.
Menit 80' giliran Indonesia yang mengancam lewat tendangan keras Septian David yang masih sedikit melenceng. Madrid yang balik menekan pun malah mampu mencetak gol keempat mereka. Bola rebound tendangan dari Leon dimanfaatkan oleh Alvaro dan tak mampu dihalau Diki karena begitu keras dan jauh dari jangkauan. 4-0 Madrid memimpin.
Jelang laga berakhir Madrid makin ganas dalam menyerang. Gol kelima nyaris saja diciptakan Madrid lewat kaki Jose Leon yang menyepak bola dengan keras ketika kemelut terjadi di kotak penalti Indonesia. Namun ada Riki Fajrin yang siaga mengadang bola yan nyaris masuk ke gawang. Indonesia pun terselamatkan.
Gol penutup di laga ini pun kembali lahir dari titik putih di penghujung pertandingan. Diego Cabalo menjadi eksekutor dan dengan percaya diri menaklukkan Diki. Skor akhir pun 5-0 bagi Madrid.

Link : [1].[2]
5 Se-abstrak-s: #GarudaMuda U-23 Incheon Match 4 and U-19 Spain Tour Friendly Match 4  #GarudaMuda Skuad U-23 Perjuangan timnas  Indonesia U-23  di ajang Asian Games 2014 harus terhenti di babak 16 besar. Itu setelah, ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riwayat Dikandung Badan

>